Mari belajar Bahasa Inggris

Pada post sebelumnya kita sudah banyak membahas mengenai belajar bahasa Inggris, dan masih pada topik yang sama (karena inilah topik blog ini…^^), kita akan membicarakan mengenai: “apa sih yang paling penting dalam belajar bahasa Inggris itu? Apakah grammar, structure, atau apa?” Ada yang tahu?
Sekedar mengingatkan, pertama-tama, sebelum belajar bahasa Inggris (refer to post pertama), kita harus mengetahui tujuan kita belajar bahasa Inggris. Belajar yang benar adalah belajar yang sesuai dengan tujuan dari belajar itu sendiri.
Lalu, setelah kita tahu tujuannya, dan kita tahu teknik-tekniknya, apakah hal yang paling utama untuk dipelajari dalam bahasa (inggris)?
Bagi saya, hal terpenting itu adalah VOCABULARY, atau penguasaan kosakata. Mengapa demikian? Logikanya begini, jika anda mau mengatakan sesuatu dalam bahasa Inggris, dan anda sudah tahu bagaimana sentence pattern-nya, anda sudah tahu tenses-nya, anda sudah tahu semua tata bahasa yang diperlukan, tetapi anda TIDAK DAPAT MENEMUKAN KATA-KATA yang benar untuk mengatakan apa yang ingin anda katakan, terus anda mau ngomong apa? Walaupun tahu grammar, toh kalau penguasaan vocabnya sedikit, maka yang dapat dikatakan hanya sebatas itu-itu saja.
Lain halnya kalau kita tahu vocab (kita tahu apa kata-kata yang harus kita ucapkan untuk mewakili keinginan kita dalam bahasa Inggris), tetapi kita tidak tahu grammar yang betul untuk mengucapkannya. Misal:
(Mau benerin laptop, setiap kata langsung diterjemahkan dari bhs. Indo ke inggris tanpa penyesuaian grammar)
Customer: My laptop broken, please repair my laptop.
(Yg betul: My laptop is broken, please repair my laptop/it)
Clerk: What problem does your laptop have?
Customer: My laptop very long start-up, waste my time, I need my laptop become faster
(Yg betul: My laptop takes a very long time in starting up, and it waste my time. I want my laptop to become faster in start-up)
Clerk: Okay, let me take a look on your laptop.
Customer: OK, here.
Dari contoh diatas, anda dapat melihat bahwa at least orang lain bisa menangkap maksud kita, walaupun dengan grammar yang tidak benar sekalipun, kalau kita tahu apa kata yang pas untuk itu.
Oke, memang tidak selamanya orang dapat menangkap dengan benar apa yang kita inginkan (karena pola penggunaan kata pun bisa berbeda misalnya dalam penggunaan idiom). Tetapi untuk kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya basic, orang lain masih dapat mengerti kita dengan cukup baik. Jika kata-kata yang diucapkan harus mengandung idiom dan sebagainya, mintalah seorang teman yang cukup ahli untuk menemani anda bicara – hanya menemani, anda yang harus bicara. Nanti jika anda mengucapkan kesalahan yang membuat lawan bicara salah paham, maka teman anda langsung membetulkan maksudnya. Sekalian anda belajar hal-hal lain dari bahasa Inggris.
Tapi, tentu, bagian lain dari bahasa Inggris juga tidak boleh dilupakan. Bagaimanapun, supaya dapat berbicara dengan benar, anda tetap harus belajar grammar dan segala macam structure-nya. Tenang, jika anda sudah sering berinteraksi dengan bahasa Inggris, anda akan mengerti perlahan-lahan dengan sendirinya.
Jadi, perkayalah diri anda dengan vocab. Semakin luas vocab mastery anda, semakin banyak yang dapat anda katakan. Bagaimana caranya agar dapat mengingat vocab yang banyak itu? Banyak cara, antara lain dengan melihat film, dengan mendengar musik, dengan membaca koran, dengan menonton TV. Jika ada kata yang tidak tahu, langsung lihat kamus! Jangan sungkan bertanya pada yang lebih tahu! Dengan cara itu, anda dapat 3 manfaat sekaligus yaitu: Memperkaya vocab, Mengingat vocab yang diketahui – karena dengan langsung membaca dari konteks dan menemukan kata yang sulit, anda akan ingat kata itu jauh lebih lama daripada anda menghafalkan kamus (lagian siapa yang mau), plus anda mendapat informasi/hiburan dari yang anda baca (koran, TV, internet, movie, lagu, dsb.)

Selamat belajar!

Kalau kita lihat, sebagian SMP dan SMA di Indonesia sudah masuk kategori RSBI atau SBI. (R)SBI yang artinya (rintisan)sekolah bertaraf internasional, seharusnya sudah menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar dan media komunikasi. Walaupun mungkin belum 100% diimplementasikan, namun setidaknya ‘nuansa’ berbahasa inggris terasa di sekolah-sekolah tersebut.
Pada kenyataannya ada juga sekolah (R)SBI yang sehari-harinya pelajaran hanya pakai bahasa Indonesia saja, tetapi saat tes/ulangan menggunakan soal berbahasa Inggris (mengingat statusnya sebagai (R)SBI). Akibatnya, sebagian siswa merasa kesulitan dalam memahami soal – karena sehari-harinya hampir tidak pernah dijelaskan dalam bahasa Inggris.
Lalu bagaimana? Saya yakin, sekolah pasti menginginkan hadirnya ‘nuansa’ berbahasa Inggris itu. Tetapi pada kenyataannya tetap saja 100% Indonesia. Tentu hal ini tidak diharapkan.
Solusinya, pemakaian bahasa Inggris harus disosialisasikan. Buat peraturan dimana mau-tidak-mau kita harus berbahasa Inggris. Mulai dari mana? Tentu mulai dari pucuk pimpinan. Yaitu kepala sekolah dan guru. Kalau yang memimpin saja tidak bisa menjadi teladan, bagaimana siswa-siswanya? Oleh karena itu, tingkat paling atas-lah yang wajib memulai penggunaan bahasa Inggris sebagai media komunikasi dalam KBM. Sehingga pelajarn pun dibawakan dalam bahasa Inggris, tidak peduli seberapa persentasenya.
Setelah itu apa? Otomatis, mau-tidak-mau siswa juga harus mengikuti. Paling tidak, mereka jadi mengerti istilah-istilah asing yang dipakai dalam pelajaran itu karena guru mengajarkannya. Setelah penggunaaan bahasa Inggris dalam KBM berjalan lancar, kini saatnya mengaplikasikannya pada komunikasi sehari-hari. Sekali lagi, persentasenya tidak penting. Yang penting adalah kemauan untuk mulai menciptakan lingkungan yang berbahasa Inggris (lihat post bawah). Siapa yang harus memulai? Tentu pucuk pimpinan-lah yang memulai. Setelah itu siswa-siswa akan mengikuti. Tidak peduli seberapa kemampuan mereka, cepat atau lambat mereka akan belajar dengan sendirinya jika ‘terpakasa’ berada di lingkungan berbahasa Inggris.
Dengan demikian, siswa terbiasa menggunakan bahasa Inggris dan siap menghadapi tantangan global.

“Ah, bahasa inggris susah! Ada tenses, idioms, structure, bla…bla…, semuanya ribet!! Gimana ya biar bisa cepet ngomong?”
Pertanyaan ini sering dilontarkan siswa yang sedang belajar bahasa inggris. Mereka mengeluh tentang banyaknya tata bahasa yang harus dipelajari dalam bahasa Inggris. Bagaimana anda akan menjawab pertanyaan mereka? Kalau saya akan menjawab begini:
“Orang bule aja bisa, masak kamu nggak bisa?”
“Ya itukan bahasanya mereka, kita kan biasa pakai bahasa Indo…jadi gak biasa”
“Nah. Ya udah, biasain aja pake. Ntar juga bisa sendiri…hehe :D”
“Ah, becanda kamu. Gimana bisa terbiasa?”
“Ya..kamu sih ga pernah pake…”
“Gimana mau pake, ga ada temen ngomong..”
“Makannya, cari temen ngomong. Kalo ga ada, kamu mulai duluan..”
“oo…gitu ya..”
Sebenarnya jika kita merasa sulit belajar bahasa, pikirkanlah ini. Kita melihat bahwa orang bule gampang sekali berbahasa inggris. Sama seperti kita, gampang sekali berbahasa Indonesia. Sekarang, apa target kita? Bisa bahasa Inggris. Kenapa kita sudah sekian lama belajar bahasa Inggris di sekolah  dan tidak bisa lancar ngomong? Itu karena orientasi belajar kita yang perlu dibenahi. Tujuan belajar bahasa inggris kita itu apa sih? Sekarang begini, kamu mau jadi seperti apa, apakah mau jadi seperti guru bahasa Inggris di sekolahmu atau mau jadi seperti orang bule ngomong?
Kalau kamu ingin jadi seperti guru bahasa inggris di sekolah, belajarlah apa yang ada pada buku pelajaran sekolah, ikuti pelajaran bahasa inggris di sekolah dengan baik, karena para guru asalnya juga dari situ. Kalau kamu benar-benar ingin terjun ke bidang bahasa Inggris murni (sastra Inggris), kamu wajib belajar dengan pelajaran sekolah dengan segala ruwetnya grammar itu.
Nah, kalau kamu ingin jadi seperti orang bule yang lancar ngomong (tujuan kamu belajar adalah untuk media komunikasi saja), kamu harus belajar bagaimana mereka belajar ngomong. Pada prinsipnya sama dengan bahasa mana saja, ketika mereka lahir, mereka langsung dihadapkan dengan lingkungan berbahasa Inggris. Begitu juga kita, ketika lahir, langsung diperhadapkan dengan lingkungan berbahasa Indonesia. Maka, jadilah kita yang sekarang ini, ngomong bahasa Indonesia tidak usah mikir. Mereka juga demikian. Mau-tidak-mau mereka harus ngomong inggris, karena keluarga semua ngomong inggris, media massa menggunakan bahasa Inggris, dan sebagainya. Jadi, kesimpulannya adalah: kita bisa belajar bahasa karena LINGKUNGAN kita MEMAKSA kita untuk berbicara dengan bahasa itu.
Ada satu hal yang menarik dari kesimpulan ini. Apakah itu? Begini, coba kamu tanya orang-orang bule yang ngomong nya sudah cas-cis-cus itu apa mereka tahu Grammar sama seperti kita?
Harus diakui, kebanyakan hanya tahu sedikit atau bahkan tidak tahu. Beda dengan kita yang tahu banyak sekali tapi susah ngomong. Oke, ini benar. Tetapi mengapa mereka ngomong tanpa salah, padahal hanya sedikit tahu grammar?
Sama seperti kita, coba tanya sama orang-orang tua yang dulunya tidak sekolah. Mereka tidak pernah dapat pelajaran Bahasa Indonesia. Mereka toh bisa bahasa Indonesia tanpa salah. Apa mereka tahu apa itu imbuhan, kata depan, dll? Tentu, mereka tidak tahu. Tetapi mereka bisa menggunakan.
Mengapa? Kebiasaan. Inilah kuncinya.
Kalau begitu, kenapa tidak sekolah menciptakan lingkungan saja daripada pelajaran dengan grammar-grammar yang ruwet? Pertanyaan bagus (akan dibahas lebih lanjut pada post selanjutnya). Sebenarnya ini semua kembali ke tujuan kita belajar bahasa Inggris seperti sudah dibahas tadi. Kalau kamu memang niat mendalami bahasa Inggris sebagai keahlian, kamu harus ikuti semua grammar itu, karena itu memang dasarnya. Tetapi saya rasa kebanyakan kita ingin belajar bahasa Inggris sebagai sarana komunikasi global, sama halnya dengan kita memakai bahasa Indonesia untuk segala macam keperluan. Jika ini tujuan kita, sebenarnya kita tidak perlu mengikuti grammar-grammar itu kalau kita sudah terbiasa di lingkungan berbahasa Inggris. Dijamin, kamu akan cepat bisa bahasa Inggris. Contoh, kamu tinggal di London selama enam bulan saja, kamu pasti cukup lancar. Karena mau-tidak-mau kamu harus berbahasa Inggris. Kamu mau beli ini itu harus pakai bahasa Inggris, mau tanya juga pakai bahasa Inggris, otomatis kamu terbiasa dan akhirnya lancar.
TAPI, berapa banyak dari kita yang secara finansial mampu pergi ke negara lain dan tinggal selama itu? Tidak banyak. Terus bagaimana? Ya, ciptakanlah lingkungan itu! Mulai ajak keluarga dan teman-teman bicara bahasa Inggris, sejauh yang kita tahu dulu.
Nah, kalau kita tidak tahu apa-apa? Inilah manfaat dari pelajaran bahasa Inggris di sekolah (setelah saya mencela jeleknya pelajaran sekolah, kini saya puji baiknya…hehe..). At least kita sudah tahu sedikit. Kita bisa kembangkan dengan mengajak bicara orang-orang yang lebih tahu bahasa Inggris dari kita.
Inilah cara saya belajar. Teknik ini juga berlaku untuk belajar semua bahasa. Semoga sukses!

Awan Tag