Mari belajar Bahasa Inggris

“Ah, bahasa inggris susah! Ada tenses, idioms, structure, bla…bla…, semuanya ribet!! Gimana ya biar bisa cepet ngomong?”
Pertanyaan ini sering dilontarkan siswa yang sedang belajar bahasa inggris. Mereka mengeluh tentang banyaknya tata bahasa yang harus dipelajari dalam bahasa Inggris. Bagaimana anda akan menjawab pertanyaan mereka? Kalau saya akan menjawab begini:
“Orang bule aja bisa, masak kamu nggak bisa?”
“Ya itukan bahasanya mereka, kita kan biasa pakai bahasa Indo…jadi gak biasa”
“Nah. Ya udah, biasain aja pake. Ntar juga bisa sendiri…hehe :D”
“Ah, becanda kamu. Gimana bisa terbiasa?”
“Ya..kamu sih ga pernah pake…”
“Gimana mau pake, ga ada temen ngomong..”
“Makannya, cari temen ngomong. Kalo ga ada, kamu mulai duluan..”
“oo…gitu ya..”
Sebenarnya jika kita merasa sulit belajar bahasa, pikirkanlah ini. Kita melihat bahwa orang bule gampang sekali berbahasa inggris. Sama seperti kita, gampang sekali berbahasa Indonesia. Sekarang, apa target kita? Bisa bahasa Inggris. Kenapa kita sudah sekian lama belajar bahasa Inggris di sekolah  dan tidak bisa lancar ngomong? Itu karena orientasi belajar kita yang perlu dibenahi. Tujuan belajar bahasa inggris kita itu apa sih? Sekarang begini, kamu mau jadi seperti apa, apakah mau jadi seperti guru bahasa Inggris di sekolahmu atau mau jadi seperti orang bule ngomong?
Kalau kamu ingin jadi seperti guru bahasa inggris di sekolah, belajarlah apa yang ada pada buku pelajaran sekolah, ikuti pelajaran bahasa inggris di sekolah dengan baik, karena para guru asalnya juga dari situ. Kalau kamu benar-benar ingin terjun ke bidang bahasa Inggris murni (sastra Inggris), kamu wajib belajar dengan pelajaran sekolah dengan segala ruwetnya grammar itu.
Nah, kalau kamu ingin jadi seperti orang bule yang lancar ngomong (tujuan kamu belajar adalah untuk media komunikasi saja), kamu harus belajar bagaimana mereka belajar ngomong. Pada prinsipnya sama dengan bahasa mana saja, ketika mereka lahir, mereka langsung dihadapkan dengan lingkungan berbahasa Inggris. Begitu juga kita, ketika lahir, langsung diperhadapkan dengan lingkungan berbahasa Indonesia. Maka, jadilah kita yang sekarang ini, ngomong bahasa Indonesia tidak usah mikir. Mereka juga demikian. Mau-tidak-mau mereka harus ngomong inggris, karena keluarga semua ngomong inggris, media massa menggunakan bahasa Inggris, dan sebagainya. Jadi, kesimpulannya adalah: kita bisa belajar bahasa karena LINGKUNGAN kita MEMAKSA kita untuk berbicara dengan bahasa itu.
Ada satu hal yang menarik dari kesimpulan ini. Apakah itu? Begini, coba kamu tanya orang-orang bule yang ngomong nya sudah cas-cis-cus itu apa mereka tahu Grammar sama seperti kita?
Harus diakui, kebanyakan hanya tahu sedikit atau bahkan tidak tahu. Beda dengan kita yang tahu banyak sekali tapi susah ngomong. Oke, ini benar. Tetapi mengapa mereka ngomong tanpa salah, padahal hanya sedikit tahu grammar?
Sama seperti kita, coba tanya sama orang-orang tua yang dulunya tidak sekolah. Mereka tidak pernah dapat pelajaran Bahasa Indonesia. Mereka toh bisa bahasa Indonesia tanpa salah. Apa mereka tahu apa itu imbuhan, kata depan, dll? Tentu, mereka tidak tahu. Tetapi mereka bisa menggunakan.
Mengapa? Kebiasaan. Inilah kuncinya.
Kalau begitu, kenapa tidak sekolah menciptakan lingkungan saja daripada pelajaran dengan grammar-grammar yang ruwet? Pertanyaan bagus (akan dibahas lebih lanjut pada post selanjutnya). Sebenarnya ini semua kembali ke tujuan kita belajar bahasa Inggris seperti sudah dibahas tadi. Kalau kamu memang niat mendalami bahasa Inggris sebagai keahlian, kamu harus ikuti semua grammar itu, karena itu memang dasarnya. Tetapi saya rasa kebanyakan kita ingin belajar bahasa Inggris sebagai sarana komunikasi global, sama halnya dengan kita memakai bahasa Indonesia untuk segala macam keperluan. Jika ini tujuan kita, sebenarnya kita tidak perlu mengikuti grammar-grammar itu kalau kita sudah terbiasa di lingkungan berbahasa Inggris. Dijamin, kamu akan cepat bisa bahasa Inggris. Contoh, kamu tinggal di London selama enam bulan saja, kamu pasti cukup lancar. Karena mau-tidak-mau kamu harus berbahasa Inggris. Kamu mau beli ini itu harus pakai bahasa Inggris, mau tanya juga pakai bahasa Inggris, otomatis kamu terbiasa dan akhirnya lancar.
TAPI, berapa banyak dari kita yang secara finansial mampu pergi ke negara lain dan tinggal selama itu? Tidak banyak. Terus bagaimana? Ya, ciptakanlah lingkungan itu! Mulai ajak keluarga dan teman-teman bicara bahasa Inggris, sejauh yang kita tahu dulu.
Nah, kalau kita tidak tahu apa-apa? Inilah manfaat dari pelajaran bahasa Inggris di sekolah (setelah saya mencela jeleknya pelajaran sekolah, kini saya puji baiknya…hehe..). At least kita sudah tahu sedikit. Kita bisa kembangkan dengan mengajak bicara orang-orang yang lebih tahu bahasa Inggris dari kita.
Inilah cara saya belajar. Teknik ini juga berlaku untuk belajar semua bahasa. Semoga sukses!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: